MENDISKRIPSIKAN VIDEO PODCAST KELOMPOK SOSIAL GERABAH BALONGAN

  Pada hari Kamis, 8 September 2020 Di SMA Negeri 1 Pamotan kedatangan tamu spesial yang bersama Bapak Ali Nashin dari Desa Mbalung Mulyo, Kragan, Rembang


 Dari kedatangan bapak Ali nashin,menjelaskan tentang Asal usul Kelompok Sosial Perajin Gerabah Balongan yaitu Sejak tahun 89 mungkin eranya sudah agak lebih maju ada namanya rintisan pembuatan gerabah yang semula ada di huat semacam studi banding. Tapi alih alih karena memang kesiapan dari warga masyarakat sendiri terkait dengan mungkin sdm bagai mana gerabah ini bisa maju sehingga walaupun ada di ambilkan dari tenaga dari jepara malah itu datang kesana supaya tau cara membuat gerabah disana setelah itu karena tidak ada yang mengkoordinir lagi sehingga baru akhir akhir ini ada desa wisata destinasi desa wisata terus ada wisata baru bermunculan semacam itu terbukti dengan adanya paguyuban perajin gerabah namanya kundi . Kundi itu adalah istilah jaman dulu pembuat gerabah. Jumplah qnggota dibandingkan tahun 80-90 an sangat berkurang sekali karena ada sesuatu hal termasuk belum tereksplor terlalu jauh sehingga terkait dengan pemasaran harga dan sebagainya kalah betul bersaing dengan produk produk plastik atau sebagainya. Oleh karena itu warga desa Balungmulyo ingin mengangkat harga jual dari gerabah sendiri bisa seperti halnya yang ada di luar Kabupaten Rembang karena sampai dengan hari ini kalau kita melihat KK yang ada di desa Balungmulyoada sekitar 500-an KK tapi sekarang yang membuat gerabah sendiri tinggal10-15% saja, itu saja sudah di kelompok kan yang lainnya sebagai petani , buruh tani , supir , jasa dan sebagainya . 

Alat pembuat gerabah :
1. Medok
2. Kere
{Digunakan agar Gerabah tidak terlalu} tebal
3. Puru 
{Yang terbuat dari batu berwarna merah}
4. Merbot 
{Untuk memutar Tanah Liat}

Cara membuat :
Tahapan-Tahapan Pembentuk Gerabah
1.Mengambil Tanah Liat yang sudah disediakan oleh Desa
2.Menginjak-injak Tanah Liat dicampur dengan Pasir Kali menggunakan Terpal atau Dadung
3.Proses Pembuatan
4.Pembakaran, Menggunakan Jerami, Serabut Padi, Kupasan Padi [biji selep] dan Kayu.

Hambatan-hambatan yang dialami Pengrajin Gerabah 
1.Kebutuhan masyarakat di luar Desa yang jarang akan terkait dengan produk peminatnya 
2.Nilai Konfensional dan Manual
3. Nilai jualnya tidak begitu mahal
4.Kurangnya sumber daya manusia karena terkait dengan kreativitas.

Yang dihasilkan dari gerabah Desa Balungmulya biasanya adalah cobek , enton atau kuali, wajan ,  tangkepan biasanya digunakan untuk menyimpan ari ari, kekep, jaringan untuk menyimpan beras , genuk, klenting

Cara memajukan gerabah Desa Balungmulya 
1. Sosialisasi
2. Setiap kali ada acara atau event besar itu selalu menonjolkan disitu supaya bisa menjadi oleh oleh.

Sekian blog dari saya ( nurul lailiyah ,no absen 27 ,kelas Xi ips 4 )semoga bermanfaat. 


Postingan populer dari blog ini

POLA HUBUNGAN PENYANGGA DAN POLA HUBUNGAN UTAMA

Learning tour ke desa balongmulyo

LEARNING TOUR KE DESA BALONG MULYO